Banyumas Kota Lama
Pertahankan Arsitektur Kota Lama Banyumas
BANYUMAS - Kondisi arsitektur Kota Lama Banyumas (Jawa Tengah) saat ini memprihatinkan. Selain banyak dibongkar dan dirombak, juga hancur karena tak terawat. Hal ini tidak boleh dibiarkan terus. Kota Lama Banyumas harus dilestarikan, tidak hanya memperhitungkan faktor sejarah masa lalu, tapi juga memperhitungkan kemajuan kota di masa mendatang.
Berwawasan Budaya
Kota Lama Banyumas, yang terletak 15 km barat daya Kota Purwokerto, kini terkesan sebagai kota mati terutama di malam hari. Melalui acara gelar budaya Banyumas dibicarakan upaya menghidupkan Kota Lama Banyumas menjadi kota yang berwawasan budaya.
Antara lain, dengan mempertahankan Kota Lama sebagai pusat kegiatan kebudayaan Banyumas masa depan, melestarikan kesenian Banyumas yang beraneka ragam, mempertahankan budi pekerti luhur khas Banyumas yang bersikap terbuka sebagai basis terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Kota Lama Banyumas peninggalan zaman kolonial itu kaya akan keseninan tradisional yang khas, antara lain, Aplang, Bongkel, Buncis, Calung, Cowongan, dan Ebeg, yang semuanya merupakan perpaduan seni tari dan seni suara. Selain itu ada kesenian Gubrag Lesung (musik yang terdengar saat orang menumbuk padi), Jemblung, Kaster, Lengger, Macapatan, Ujungan, Teater dan Wayang Kulit Gagrag Banyumasan.
Saat ini banyak dari kesenian itu yang tak pernah lagi dimunculkan. Lima tahun lalu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyumas berupaya menghidupkan kembali kesenian tersebut serta melestarikan arsitektur Kota Banyumas. Entah bagaimana sekarang ceritanya ...
Salah satu bangunan yang telah dilestarikan adalah Pendopo Duplikat Si Panji, Gedung Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI), dan gedung-gedung peninggalan zaman kolonial lainnya.
HARI JADI KABUPATEN BANYUMAS
Hari Jadi Kabupaten Banyumas (berdiri 5 April 1582) yang diiringi oleh seluruh Punggawa Banyumas dengan Pakaian Tradisional dari Pendodo ex Kotatip Purwokerto menuju Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan setiap tanggal 5 April.
PENJAMASAN JIMAT KALISALAK
Pencucian benda-benda keramat dari Peninggalan Sunan Amangkurat 1 dari kerajaan Mataram. Prosesi siraman jimat dilaksanakan setiap tanggal 12 & 13 bulan Maulud. Konon prosesi ini dapat dijadikan media ramalan hal-hal yang akan terjadi dalam tahun berikutnya yaitu dengan melihat tambah atau berkurangnya benda-benda jimat itu.
PENJAROAN
Penjaroan merupakan kegiatan pemasangan pagar yang terbuat dari bambu sebagai tanda peringatan tahunan meninggalnya Syekh Kyai Mustholih yang dimakamkan disekitar Masjid Saka Tunggal. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tanggal 26 & 27 Rajab.
DESA WISATA KETENGER
Desa Ketenger Kecamatan Baturraden adalah desa wisata yang berfungsi sebagai penyangga utama obyek wisata Baturraden. Dengan potensi alamnya yang benar-benar diandalkan sebagai potensi wisata, seperti Curug Gede, Curug Kembar, Curug Kabayan. Di samping itu masih ada Rumah Putih, Jalan Kereta Tebu (Jawa: LORI), dan Wisata Pendidikan.
Dengan kesejukan alamnya dan pengairan yang baik, dua hal ini yang oleh masyarakat Desa Wisata Ketenger dimanfaatkan untuk menanam bunga potong dan kolam pancingan, sehingga itu semua bisa menambah daya tarik bagi wisatawan.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Ketenger dapat menikmati indahnya suasana malam hari dengan hiburan kesenian seperti Calung, Ebeg, Band/Orkes Melayu ataupun Genjring. Masyarakat di Desa Wisata Ketenger menyediakan Home Stay sebanyak 41 rumah dengan kamar tidur sejumlah 74, dengan fasilitas cukup memadai. Bagi wisatawan mancanegara tidak perlu repot karena tenaga guide berbahasa Inggris telah siap, sekaligus tersedia berbagai cinderamata khas setempat.
Masyarakat di Desa Wisata Ketenger telah mampu membuat kerajinan tangan berupa tas tangan dari mute, meja-kursi atau patung dari akar pohon dan makanan khas Banyumas. Itulah potensi yang terkandung di desa Wisata Ketenger Kecamatan Baturraden, yang masih terus diupayakan peningkatannya demi kepuasan wisatawan.
Technorati Tags: Banyumas, Arsitektur, Kota Lama, Budaya, Jimat, Kali Sasak, Wisata, Ketenger, Desa